Penyakit Sifilis

Penyakit Sifilis

Mungkin banyak di antara kita yang sering mendengar penyakit-penyakit yang bisa menular melalui hubungan seksual atau penyakit menular seksual, termasuk salah satunya Penyakit Sifilis alias ”Raja Singa”. Namun, apakah Anda benar-benar tahu mengenai penyakit yang satu ini? Terutama mengenai gejala penyakit sifilis.

Apakah Penyakit Sifilis?

Penyakit Sifilis merupakan penyakit kelamin yang disebabkan oleh Treponema pallidum. Penyakit ini bisa menular melalui hubungan seksual, baik vaginal, rektum, anal, maupun oral. Penyakit Sifilis tidak menular melalui peralatan makan, tempat dudukan toilet, knop pintu, kolam renang, dan tukar-menukar pakaian.

Penyebab Penyakit Sifilis

Penyebab penyakit sifilis adalah Bakteri Treponema pallidum. Bakteri ini masuk kedalam tubuh manusia melalui selaput lendir (misalnya di vagina atau mulut) atau melalui kulit.

Dalam beberapa jam, bakteri akan sampai ke kelenjar getah bening terdekat, kemudian menyebar ke seluruh tubuh melalui aliran darah. Penyakit Sifilis juga bisa menginfeksi janin selama dalam kandungan dan menyebabkan cacat bawaan. Seseorang yang pernah terinfeksi oleh penyakit sifilis tidak akan menjadi kebal dan bisa terinfeksi kembali.

Gejala dan Tanda-Tanda Penyakit Sifilis

Banyak dari para penderita penyakit sifilis yang tidak menyadari jika mereka terkena sifilis dan karena itu mereka tidak mendapat pengobatan yang baik. Infeksi terutama didapat apabila ada kontak langsung dengan luka terbuka sifilis yang sedang aktif.

Gejala penyakit sifilis biasanya mulai timbul dalam waktu 1-13 minggu setelah terinfeksi; rata-rara 3-4 minggu. Infeksi bisa menetap selama bertahun-tahun dan jarang menyebabkan kerusakan jantung, kerusakan otak maupun kematian.

Infeksi oleh Treponema pallidum berkembang melalui 4 tahapan:

Fase Primer

  • Terbentuk luka atau ulkus yang tidak nyeri (cangker) pada tempat yang terinfeksi; yang tersering adalah pada penis, vulva atau vagina.
  • Cangker juga bisa ditemukan di anus, rektum, bibir, lidah, tenggorokan, leher rahim, jari-jari tangan atau bagian tubuh lainnya.
  • Biasanya penderita hanya memiliki 1 ulkus, tetapi kadang-kadang terbentuk beberapa ulkus.
  • Cangker berawal sebagai suatu daerah penonjolan kecil yang dengan segera akan berubah menjadi suatu ulkus (luka terbuka), tanpa disertai nyeri. Luka tersebut tidak mengeluarkan darah, tetapi jika digaruk akan mengeluarkan cairan jernih yang sangat menular.
  • Kelenjar getah bening terdekat biasanya akan membesar, juga tanpa disertai nyeri.
  • Luka tersebut hanya menyebabkan sedikit gejala sehingga seringkali tidak dihiraukan. Luka biasanya membaik dalam waktu 3-12 minggu dan sesudahnya penderita tampak sehat secara keseluruhan.

Fase Sekunder

  • Fase sekunder dari Penyakit Sifilis biasanya dimulai dengan suatu ruam kulit, yang muncul dalam waktu 6-12 minggu setelah terinfeksi.
  • Ruam ini bisa berlangsung hanya sebentar atau selama beberapa bulan. Meskipun tidak diobati, ruam ini akan menghilang. Tetapi beberapa minggu atau bulan kemudian akan muncul ruam yang baru.
  • Pada fase sekunder sering ditemukan luka di mulut.
  • Sekitar 50% penderita memiliki pembesaran kelenjar getah bening di seluruh tubuhnya dan sekitar 10% menderita peradangan mata. Peradangan mata biasanya tidak menimbulkan gejala, tetapi kadang terjadi pembengkakan saraf mata sehingga penglihatan menjadi kabur.
  • Sekitar 10% penderita mengalami peradangan pada tulang dan sendi yang disertai nyeri.
  • Peradangan ginjal bisa menyebabkan bocornya protein ke dalam air kemih.
  • Peradangan hati bisa menyebabkan sakit kuning (jaundice).
  • Sejumlah kecil penderita mengalami peradangan pada selaput otak (meningitis sifilitik akut), yang menyebabkan sakit kepala, kaku kuduk dan ketulian.
  • Di daerah perbatasan kulit dan selaput lendir serta di daerah kulit yang lembab, bisa terbentuk daerah yang menonjol (kondiloma lata). Daerah ini sangat infeksius (menular) dan bisa kembali mendatar serta berubah menjadi pink kusam atau abu-abu.
  • Rambut mengalami kerontokan dengan pola tertentu, sehingga pada kulit kepala tampak gambaran seperti digigit ngengat.Gambar Penyakit Sifilis
  • Gejala lainnya adalah merasa tidak enak badan (malaise), kehilangan nafsu makan, mual, lelah, demam dan anemia.

Fase Laten

  • Setelah penderita sembuh dari fase sekunder, penyakit akan memasuki fase laten dimana tidak nampak gejala sama sekali.
  • Fase ini bisa berlangsung bertahun-tahun atau berpuluh-puluh tahun atau bahkan sepanjang hidup penderita.
  • Pada awal fase laten kadang luka yang infeksius kembali muncul.

Fase Tersier

  • Pada fase tersier penderita tidak lagi menularkan penyakitnya.
  • Gejala Penyakit Sifilis pada fase tersier bervariasi mulai ringan sampai sangat parah.

Pengobatan Penyakit Sifili

Pengobatan penyakit sifilis bisa dilakukan dengan menggunakan pengobatan medis maupun pengobatan secara tradisional. Salah satu pengobatan tradisional yang terpercaya untuk mengobati penyakit sifilis adalah Pengobatan Tradisional Djamilah Najmuddin. Pengobatan Tradisional Djamilah Najmuddin yang beralamat di Jl.Jamika Bandung ini mempunyai banyak Bukti Hasil Laboratorium pasien yang sudah sembuh dari berbagai macam penyakit kelamin yang salah satunya adalah penyakit sifilis. Jadi, selalu ada obat untuk setiap penyakit, karena itu tak perlu putus asa. Untuk mengetahui banyak hal tentang Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin, silahkan kunjungi situs resminya pada link berikut ini www.djamilah-najmuddin.com.

Sumber : medicastore.com

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.

Powered by WordPress | Designed by: Themes Gallery. | Thanks to CD, Savings Account and Free WordPress Themes
You might also likeclose