Perbedaan HIV dan AIDS

Perbedaan HIV dan AIDS

Banyak orang yang tidak mengetahui perbedaan antara HIV dan AIDS. Sehingga banyak yang salah dalam memahami kedua hal ini. Ketika disebutkan bahwa data jumlah penderita HIV positif 19 orang, sementara penderita AIDS 18 orang, maka banyak yang merasa heran karena tidak mengetahui perbedaan HIV dan AIDS ini.

Untuk mengetahui perbedaan HIV dan AIDS, maka sebaiknya dibahas dulu satu persatu sehingga kita bisa paham perbedaan keduanya.

Apa itu HIV?

HIV atau singkatan dari Human Immunodefiency Virus adalah nama virus yang menyerang kekebalan tubuh. Dalam tubuh kita ada sistem kekebalan tubuh yang terdiri dari sel-sel, diantaranya adalah sel-T yang tugasnya memerangi kuman dan infeksi. Ketika virus HIV masuk ke dalam tubuh kita, virus itu akan menyerang sel-T dan masuk disana, sembunyi tanpa diketahui untuk berapa lama. Karena itu orang yang darahnya sudah terinfeksi HIV bisa nampak sehat, namun telah menjadi sumber penularan bagi orang lain. Jika sudah di dalam tubuh, HIV akan memperbanyak diri dan mulai merusak sel-T. Maka pada saat inilah sistem pertahanan tubuh kita lemah dan tidak mampu memerangi kuman yang berada di sekitar tubuh kita.

Ketika virus HIV sudah masuk ke dalam tubuh kita pada awalnya tidak ada gejala-gejala khusus. Baru beberapa minggu sesudah itu orang yang terinfeksi mengalami penyakit ringan sehari-hari seperti demam, flu atau diare. Selebihnya tidak ada gejala khusus. Penderita HIV positif sering kali merasa sehat dan dari luar memang tampak sehat. Sering kali 3-4 tahun penderita tidak memperlihatkan gejala yang khas.

Sesudah masa itu, bisa diatas lima tahun atau lebih mulai muncul penyakit-penyakit bawaan akibat kekebalan tubuh menurun, seperti timbul diare berulang, penurunan berat badan secara mendadak, sering sariawan di mulut dan terjadi pembengkakan di daerah kelenjar getah bening. Pada saat inilah orang ini dikatakan positif AIDS atau sudah memasuki tahap AIDS. Dari sini mulai bisa diketahui perbedaan HIV dan AIDS.

Masa seseorang terinfeksi HIV hingga ke fase AIDS berbeda-beda, tergantung kepada gaya hidup dan asupan gizi yang masuk. Sebab virus HIV menyerang kekebalan tubuh, sehingga sakit ringan pada orang normal bisa sangat berbahaya pada penderita AIDS.

Bahayanya adalah jika seseorang tidak mengetahui ia menderita HIV. Begitu diketahui pada darahnya ada HIV, maka pada saat itu ia sudah sangat potensial menularkan. Sayangnya ia terlambat mengetahui ada HIV di tubuhnya sehingga setahun dua tahun kemudian dia sudah masuk ke fase AIDS dan akhirnya meninggal. Ia tidak tahu sudah berapa lama virus itu bersarang ditubuhnya.

Bagaimana mengenali tubuh yang terinfeksi HIV?

Cara untuk mengenali atau mengetahui apakah seseorang terinfeksi HIV adalah melalui tes darah, jadi tidak bisa mengira-ngira dari gejala yang muncul saja. Jika seseorang mengalami sariawan berulang-ulang atau diare tak berkesudahan bukan berarti ia positif AIDS sebelum dilakukan pemeriksaan darah. Kenyataan ini sekaligus menghapus mitos yang salah bahwa berhubungan seks dengan orang yang kelihatan sehat, bugar dan gagah tidak mungkin kena HIV/AIDS. Sekali lagi HIV tidak bisa dipandang secara kasat mata seperti itu. Harus dilakukan pemeriksaan darah.

Jika karena sesuatu hal kita hidup dengan resiko tinggi terkena HIV, ada baiknya melakukan pemeriksaan darah setiap 6 bulan sekali meski pada pemeriksaan terakhir hasilnya negatif.

Siapakah yang berisiko tinggi kena HIV ?

  • Orang yang sering berganti-ganti pasangan seks tanpa memakai pelindung.
  • Orang yang mendapatkan tranfusi darah yang tercemar. Saat ini masalah donor darah sudah semakin diperketat untuk mengantisipasi terjadinya hal ini.Gambar Perbedaan HIV dan AIDS
  • Pemakai narkoba. HIV menular melalui jarum suntik yang tidak steril dan dipakai secara bergantian. Biasanya ini terjadi pada pemakai narkoba yang enggan menggunakan jarum suntik sendiri-sendiri. Biasanya mereka memakai bergantian. Tak heran jika tingkat penularan HIV di Indonesia tertinggi kedua adalah melalui jarum suntik pemakai narkoba.
  • Ibu hamil yang tertular HIV akan menularkan pada bayi yang dikandungnya.

Apa itu AIDS?

Seorang penderita AIDS adalah ketika tubuhnya mulai tidak bisa menghalau kuman atau infeksi yang datang, meskipun hanya kuman atau infeksi ringan seperti flu. Orang yang tubuhnya terinfeksi HIV dan sudah memasuki tahap AIDS bisa meninggal hanya karena flu, radang paru-paru atau diare yang tidak berkesudahan. Hal ini karena kekebalan tubuhnya tidak lagi berfungsi untuk menekan kuman dan infeksi yang ada sehingga infeksinya bertambah parah dan akhirnya meninggal.

Karena itu penderita HIV dan AIDS dianjurkan untuk menjalankan pola hidup sehat untuk menghindari gangguan kesehatan meski yang paling ringan sekalipun. Demikian pula dengan anjuran makan makanan bergizi yang diharapkan bisa memperkuat tubuhnya. Karena biasanya penderita HIV seringkali mudah lelah sehingga semakin mudah juga kuman dan infeksi masuk tubuhnya. Tapi kedua hal ini memang hanya proteksi agar seseorang bisa bertahan lama sebelum masuk ke AIDS.

Apakah HIV dan AIDS bisa diobati?

Saat ini HIV dan AIDS bisa diobati dengan pengobatan tradisional. Seperti yang dilakukan oleh Pengobatan Tradisional Ny. Djamilah Najmuddin, kesembuhan penyakit HIV dan AIDS ini dibuktikan berdasarkan hasil laboratorium pasien, jadi bukan hanya sekedar klaim saja. Di situs resminya www.djamilah-najmuddin.com, terpampang hasil laboratorium pasien yang sudah sembuh dari HIV dan AIDS. Karena itu, jangan ragu terhadap pengobatan yang satu ini.

Sumber : dari berbagai sumber

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

Comments links could be nofollow free.

Powered by WordPress | Designed by: Themes Gallery. | Thanks to CD, Savings Account and Free WordPress Themes
You might also likeclose